Sabtu, 11 Juni 2011
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Anemia adalah salah satu penyakit yang sering diderita masyarakat, baik anak-anak, remaja usia subur, ibu hamil ataupun orang tua. Penyebabnya sangat beragam, dari yang karena perdarahan, kekurangan zat besi, asam folat, vitamin B12, sampai kelainan hemolitik.
Anemia dapat diketahui dengan pemeriksaan fisik maupun dengan pemeriksaan laboratorium. Secara fisik penderita tampak pucat, lemah, dan secara laboratorik didapatkan penurunan kadar Hemoglobin (Hb) dalam darah dari harga normal.
B. Tujuan
- Tujuan Umum
Mahasiswa mampu memahami asuhan keperawatan pada pasien dengan anemia
- Tujuan Khusus
a. Mahasiswa mampu mengetahui pengertian anemia.
b. Mahasiswa mampu menyebutkan penyebab anemia.
c. Mahasiswa mampu mengetahui diagnosa-diagnosa yang mungkin muncul pada pasien anemia.
d. Mahasiswa mampu memahami penatalaksanaan pada pasien dengan anemia.
Label:
Keperawatan
2 cara kegel / pelvic floor exercise:
I. Latihan dengan cara perlahan-lahan
1. Posisi pasien duduk atau berdiri dengan nyaman dengan lutut sedikit renggang.
2. Arahkan pasien mencoba untuk menekan otot-otot dasar panggul seolah-olah sedang berusaha untuk menahan buang angin dan menahan buang air seni.
3. Usahakan pasien tidak menggunakan otot perut, paha atau pantat ketika sedang lakukan latihan ini.
4. Bila pasien dapat menekan kedua-duanya bersamaan sedapatnya, dan mampu untuk menahan selama sebatas kemampuannya sampai sepuluh detik. Kemungkinan untuk gerakan yang kedua, ketiga atau selanjutnya pasien tidak mampu untuk pertama kalinya.
5. Ulangi ini sesering mungkin sampai sepuluh kali, tetapi harus ada jeda istirahat antara gerakan satu dengan yang berikutnya empat sampai lima detik.
II. Latihan dengan cara cepat
1. Latihan cepat sama caranya dengan latihan lambat (perlahan).
2. Saat pasien menekan otot-otot dasar panggul, perintahkan pasien untuk melepaskan/ merilekskan dengan seketika sehingga pasien hanya merasakan pengangkatan yang sangat cepat pada dasar panggulnya.
3. Ulangi latihan ini setiap saat semampu pasien. Kalau bisa sampai sepuluh kali.
4. Lakukan kedua gerakan ini (gerakan lambat dan cepat) sedikitnya empat kali sehari, tetapi sepuluh kali sehari jika bisa.
5. Jangan melakukan latihan bila terjadi nyeri pada otot dasar panggul.
Label:
Keperawatan
DEFINISI
- Demam rematik (DR) adalah sindroma klinik akibat infeksi kumam streptococcus beta hemolytikus grup A, dengan satu atau lebih gejala mayor yaitu poliartritis migrant akut, karditid, korea minor, nodul subkutan atau eritema marginatum.
- Demam rematik akut (DRA) adalah istilah untuk penderita demam rematik yang terbukti dengan tanda radang akut.
- Deamam rematik inaktif adalah istilah untuk penderita dengan riwayat demam rematik tetapi tanpa terbukti tanda radang akut.
- Penyakit jantung ramatik (PJR) adalah kalainan jantung yang ditemukan pada DRA atau kelainan jantung yang merupakan gejala sisa (skuele) dari DR.
(Ngastiyah, 2005, Edisi II, Perawatan Anak Sakit, Jakarta, EGC)
ETIOLOGI
Streptococcus beta hemolytikus grup A starin tertentu yang bersifat reumatoligik dan adanya factor fredisposisi genetic.
Kemungkinan menderita DRA setelah mendapat infeksi steptococcus hemolytikus grup A di tenggorokan adalah 0,3 – 3 %.
Label:
Keperawatan
Laporan Pendahuluan
I. Pengertian
Epilepsi merupakan suatu keadaan dimana penderitanya mendadak tidak sadarkan diri dan jatuh, yang disertai dengan badan manjadi kaku, dan disusul oleh gerakan-gerakan seluruh badan / tubuh. Muka menjadi biru, pernafasan tidak teratur, dari mulut keluar busa. Semua gejala tersebut merupakan gangguan fungsi pada sekelompok sel-sel saraf (neuron) di otak (Kapita Selekta).
II. Etiologi
a. Penyebab yang tidak diketahui (idiophatic epilepsy) yang memegang peranan penting disini adalah faktir keturunan (herediter).
- Bila salah satu orang tua epilepsi ® resiko pada anak 4 %
- Kedua orang tua ® resiko pada anak 20 – 30 %
(Bahan Ajar Persyarafan Dr. Jimmy Sabirin, Sps)
b. Penyebab yang diketahui (symptomatic epilepsy), misalnya:
1. Penyebab yang berasal dari dalam otak (intra kranial)
Misalnya:
- Tumor otak
- Abses otak
- Perdarahan otak
- Infeksi otak
Label:
Keperawatan
Gangguan Pola Tidur
Definisi :
Keadaan dimana individu mengalami atau berisiko mengalami suatu perubahan dalam kuantitas atau kualitas pola istirahatnya yang menyebabkan rasa tidak nyaman atau menggangu gaya hidup yang diinginkan.
Label:
Keperawatan
Ansietas
Definisi :
Keadaan dimana individu/kelompok mengalami perasaan gelisah (penilaian atau opini) dan aktivasi system syaraf autonom dalam berespons terhadap ancaman tidak jelas, non spesifik.
Faktor yang berhubungan
Patofisiologi
Setiap faktor yang mengganggu kebutuhan dasar manusia akan makanan, air, kenyamanan, dan keamanan.
Situasional
Berhubungan dengan ancaman aktual atau yang dirasakan terhadap konsep diri :
Kehilangan benda-benda yang dimiliki
Kegagalan (atau keberhasilan)
Perubahan dalam status atau prestise
Kurang penghargaan dari orang lain
Dilema etik
Label:
Keperawatan
Kelebihan volume cairan
Definisi :
Keadaan dimana seorang individu mengalami atau berisiko mengalami kelebihan cairan intraseluler atau interstisial.
Faktor yang berhubungan
Patofisiologis
Berhubungan dengan gangguan mekanisme regulator
Gagal ginjal, akut atau kronik
Berhubungan dengan peningkatan preload, penurunan kontraktilitas, dan penurunan curah jantung
Infark miokard
Gagal jantung kongestif
Gagal jantung kiri
Penyakit katup
Takikardi/aritmia
Berhubungan dengan hipertensi porta, tekanan osmotik koloid plasma rendah, retensi natrium
Penyakit hepar : Sirosis, Asites, Kanker
Berhubungan dengan kerusakan arus balik vena
Varikose vena
Penyakit vaskuler perifer
Flebitis kronis
Imobilitas
Label:
Keperawatan
Kerusakan integritas jaringan
Definisi
Keadaan dimana seorang individu mengalami atau berisiko untuk mengalami kerusakan integument, kornea, atau jaringan membrane mukosa.
Faktor yang berhubungan
Patofisiologis
Berhubungan dengan inflamasi antara dermal-epidermal
Psoriasis
Eksim
Lupus eritematosus
Skleroderma
(Perubahan-perubahan metabolik dan endokrin)
DM
Hepatitis
Sirosis
Gagal ginjal
Ikterik
Kanker
Disfungsi tiroid
(Bakterial)
Impetigo
Folukulitis
Selulitis
(Virus)
Herper
Ginggivitis
AIDS
(Jamur)
Dermatofitosis
Kaki atlet
Vaginitis
Label:
Keperawatan
Ketidakefektifan penatalaksanaan aturan terapeutik
Definisi :
Suatu pola dimana individu mengalami atau berisiko tinggi mengalami kesukaran berintegrasi ke dalam suatu program kehidupan sehari-hari terhadap pengobatan penyakit dan akibat dari penyakit yang memenuhi tujuan-tujuan kesehatan khusus.
Faktor yang berhubungan
Tindakan
Berhubungan dengan kompleksitas aturan terapeutik
Berhubungan dengan biaya finansial dari aturan
Berhubungan dengan kompleksitas sistem perawatan kesehatan
Berhubungan dengan efek samping terapi
Label:
Keperawatan
Intoleransi Aktivitas
Definisi:
Penurunan dalam kapasitas fisiologi seseorang untuk melakukan aktivitas sampai tingkat yang diinginkan atau yang dibutuhkan (Magnan,1987)
Label:
Keperawatan
Sabtu, 14 Mei 2011
Kerusakan komunikasi verbal
Definisi :
Keadaan dimana seorang individu mengalami, atau dapat mengalami kemunduran kemampuan untuk mengirim atau menerima pesan (mis; mempunyai kesukaran pertukaran pikiran, ide-ide, atau keinginan)
Faktor yang berhubungan :
Patofisiologis
Berhubungan dengan kekacauan mental, pikiran yang tidak realistis
Gangguan skizofrenik
Gangguan delusi
Gangguan psikotik
Gangguan paranoid
Label:
Keperawatan
Kekurangan volume cairan
Definisi
Keadaan dimana seorang individu yang tidak menjalani masa puasa atau berisiko mengalami dehidrasi vaskular, interstisial, atau intravaskular.
Faktor yang berhubungan :
Patofisiologi
Berhubungan dengan haluaran urine yang berlebihan
Diabetes yang tak terkontrol.
Berhubungan dengan peningkatan permeabilitas kapiler dan kehilangan dengan jalan evaporatif karena luka bakar
Berhubungan dengan peningkatan kehilangan cairan
Demam
Drainase abnormal
Peritonitis
Diare
Label:
Keperawatan
Kekacauan mental akut
Definisi
Keadaan dimana terjadi awitan tiba-tiba dari sekelompok global, gangguan kesadaran yang berfluktuatif, perhatian, persepsi, memori, orientasi, berpikir, siklus tidur-bangun, dan perilaku psikomotor (APA, 1987)
Label:
Keperawatan
Sabtu, 07 Mei 2011
I. Pengertian Proses Keperawatan
Proses keperawatan adalah suatu proses pemecahan masalah yang dinamis dalam usaha memperbaiki atau memelihara pasien sampai ke taraf optimum melalui suatu pendekatan yang sistematis untuk mengenal dan membantu memenuhi kebutuhan-kebutuhan khusus pasien.
Para pemimpin keperawatan telah mengidentifikasi proses yang “menggabungkan unsur-unsur dari kiat keperawatan yang paling diperlukan dengan unsur-unsur teori sistem yang paling relevan, dengan menggunakan metode ilmiah”. Proses ini memasukkan interpersonal/interaksi dengan proses pemecahan masalah dan proses pengambilan keputusan (Peplau, 1952; Travelbee, 1971; King, 1971; Yura & Walsh, 1988).
Proses keperawatan pertama kali diperkenalakan pada tahun 1950-an sebagai proses tiga tahap yaitu pengkajian, perencanaan dan evaluasi yang berdasarkan pada metode ilmiah yaitu mengobservasi, mengukur, mengumpulkan data, dan menganalisis temuan-temuan tersebut. Dengan penelitian, penggunaan dan perbaikan selama bertahun-tahun telah mengantarkan perawat untuk memperluas proses keperawatan menjadi lima tahap yang memberikan metode proses berpikir yang terorganisasi untuk pengambilan keputusan klinik, pemecahan masalah, dan memberikan keperawatan yang berkualitas, perawatan pasien secara individual.
Proses keperawatan sekarang dimasukkan dalam kerangka konseptual kurikulum keperawatan dan diterima sebagai bagian dari defenisi legal dari Undang-Undang Praktik Perawat dari kebanyakan negara bagian.
Label:
Keperawatan
Spinal Anestesi pertama kali ditemukan pada tahun 1885 oleh Leonard Corning, seorang ahli saraf di New York. Beliau bereksperimen dengan memasukan kokain pada saraf tulang belakang Anjing, kemudian ia melihat Anjing tersebut kehilangan rasa sakit, meskipun disayat dengan pisau.Eksperimen awal Leonard Corning, membawa perubahan penting di bidang Kedokteran Anestesi dan sampai saat ini teknik Spinal Anestesi sangat bermamfaat di dunia kesehatan untuk menolong pasien di kamar operasi.
Spinal Anestesi itu Apa?
Spinal Anestesi adalah pembiusan dengan memasukan obat berupa suntikan jarum halus melalui tulang belakang (tulang punggung) sehingga pasien tidak mengalami rasa nyeri ketika di sayat dengan pisau, namun pasien tetap sadar dan bisa bicara dengan petugas dan mengetahui bahwa dia sedang menjalani operasi.Apa mamfaat Spinal Anestesi bagi dunia kesehatan ?
Teknik Spinal Anestesi sangat berguna pada pasien yang tidak bisa dilakukan pembiusan umum dengan teknik Intubasi endotrakeal, seperti pasien yang mengalami gangguan saluran napas, yaitu asma bronkial, bronkitis alergi dan kelainan anatomi saluran nafas.
( Intubasi endotrakeal adalah salah satu tindakan untuk pembiusan umum)
Jadi dengan adanya teknik Spinal Anestesi, pembiusan tetap dapat dilakukan tanpa pembiusan umum pada pasien yang mengalami gangguan saluran pernafasan.
Label:
Keperawatan
Gangren yang harus di amputasi sering di derita oleh pasien diabetes melitus (penyakit gula).Gangren di sebut juga dengan kematian jaringan karena tidak di alirinya darah yang kaya oksigen dan zat makanan ke daerah paling tepi anggota gerak tubuh.
Kenapa tidak bisa di aliri darah ?
Karena kadar gula dalam darah melebihi normal. Kadar gula darah yang melebihi normal,menganggu metabolisme tubuh atau tidak mampunya sel-sel tubuh menggunakan gula dalam darah tersebut menjadi energi yang bisa mengakibatkan konsentrasi glukosa dalam darah menjadi pekat dan sulit mencapai pembuluh darah tepi saat sirkulasi.
Apa dampaknya?
Aliran darah yang berkurang ke perifer(pembuluh darah tepi) dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kematian jaringan.
Dimana lokasi kematian jaringan yang sering terjadi?
Jari-jari kaki, karena anggota gerak tersebut banyak memiliki pembuluh darah kecil (perifer), seperti berikut gambarnya

Kenapa tidak bisa di aliri darah ?
Karena kadar gula dalam darah melebihi normal. Kadar gula darah yang melebihi normal,menganggu metabolisme tubuh atau tidak mampunya sel-sel tubuh menggunakan gula dalam darah tersebut menjadi energi yang bisa mengakibatkan konsentrasi glukosa dalam darah menjadi pekat dan sulit mencapai pembuluh darah tepi saat sirkulasi.
Apa dampaknya?
Aliran darah yang berkurang ke perifer(pembuluh darah tepi) dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kematian jaringan.
Dimana lokasi kematian jaringan yang sering terjadi?
Jari-jari kaki, karena anggota gerak tersebut banyak memiliki pembuluh darah kecil (perifer), seperti berikut gambarnya
Label:
Keperawatan
Anatomi
Tendon Achilles berasal dari gabungan tiga otot yaitu gastrocnemius, soleus, dan otot plantaris. Pada manusia, letaknya tepat di bagian pergelangan kaki. Tendon Achilles adalah tendon tertebal dan terkuat pada tubuh manusia. Panjangnya sekitar 15 sentimeter, dimulai dari pertengahan tungkai bawah. Kemudian strukturnya kian mengumpul dan melekat pada bagian tengah-belakang tulang calcaneus
Pengertian ruptur tendon
Robek, pecah atau terputusnya tendon. Tendon merupakan jaringan fibrosa di bagian belakang pergelangan kaki yang menghubungkan otot betis dengan tulang tumit.
Tendon Achilles berasal dari gabungan tiga otot yaitu gastrocnemius, soleus, dan otot plantaris. Pada manusia, letaknya tepat di bagian pergelangan kaki. Tendon Achilles adalah tendon tertebal dan terkuat pada tubuh manusia. Panjangnya sekitar 15 sentimeter, dimulai dari pertengahan tungkai bawah. Kemudian strukturnya kian mengumpul dan melekat pada bagian tengah-belakang tulang calcaneus
Pengertian ruptur tendon
Robek, pecah atau terputusnya tendon. Tendon merupakan jaringan fibrosa di bagian belakang pergelangan kaki yang menghubungkan otot betis dengan tulang tumit.
Label:
Keperawatan
Era globalisasi yang sedang dan akan kita hadapi dibidang kesehatan menimbulkan secercah harapan akan peluang (opportunity) meningkatnya pelayanan kesehatan. Terbukanya pasar bebas memberikan pengaruh yang penting dalam meningkatkan kompetisi disektor kesehatan. Persaingan antar rumah sakit memberikan pengaruh dalam manajemen rumah sakit baik milik pemerintah, swasta dan asing dengan tujuan akhir adalah untuk meningkatkan pelayanan. Tuntutan masyrakat akan pelayanan kesehatan yang memadai semakin meningkat turut meberikan warna diera globalisasi dan memacu rumah sakit untuk memberikan layanan terbaiknya agar tidak dimarginalkan oleh masyarakat.
Mutu pelayanan keperawatan sangat mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan, bahkan menjadi salah satu faktor penentu citra institusi pelayanan kesehatan (rumah sakit) di mata masyarakat. Hal ini terjadi karena keperawatan merupakan kelompok profesi dengan jumlah terbanyak, paling depan dan terdekat dengan penderitaan orang lain, kesakitan, kesengsaraan yang dialami masyarakat. Salah satu indikator mutu layanan keperawatan adalah kepuasan pasien. Perilaku Caring perawat menjadi jaminan apakah layanan perawatan bermutu apa tidak.
Label:
Keperawatan
Rabu, 04 Mei 2011
1. Pengertian diagnosa keperawatan
Diagnosis Keperawatan merupakan keputusan klinik tentang respon individu, keluarga dan masyarakat tentang masalah kesehatan aktual atau potensial, dimana berdasarkan pendidikan dan pengalamannya, perawat secara akontabilitas dapat mengidentifikasi dan memberikan intervensi secara pasti untuk menjaga, menurunkan, membatasi, mencegah dan merubah status kesehatan klien (Carpenito, 2000; Gordon, 1976 & NANDA).
Diagnosis keperawatan ditetapkan berdasarkan analisis dan interpretasi data yang diperoleh dari pengkajian keperawatan klien. Diagnosis keperawatan memberikan gambaran tentang masalah atau status kesehatan klien yang nyata (aktual) dan kemungkinan akan terjadi, dimana pemecahannya dapat dilakukan dalam batas wewenang perawat
2. Tipe diagnosa
1. Diagnosis Keperawatan Aktual
Diagnosis keperawatan aktual (NANDA) adalah diagnosis yang menyajikan keadaan klinis yang telah divalidasikan melalui batasan karakteristik mayor yang diidentifikasi. Diagnosis keperawatan mempunyai empat komponen : label, definisi, batasan karakteristik, dan faktor yang berhubungan.
Label merupakan deskripsi tentang definisi diagnosis dan batasan karakteristik. Definisi menekankan pada kejelasan, arti yang tepat untuk diagnosa. Batasan karakteristik adalah karakteristik yang mengacu pada petunjuk klinis, tanda subjektif dan objektif. Batasan ini juga mengacu pada gejala yang ada dalam kelompok dan mengacu pada diagnosis keperawatan, yang teridiri dari batasan mayor dan minor. Faktor yang berhubungan merupakan etiologi atau faktor penunjang. Faktor ini dapat mempengaruhi perubahan status kesehatan. Faktor yang berhubungan terdiri dari empat komponen : patofisiologi, tindakan yang berhubungan, situasional, dan maturasional.
Contoh diagnosis keperawatan aktual : Intoleransi aktivitas berhubungan dengan penurunan transport oksigen, sekunder terhadap tirah baring lama, ditandai dengan nafas pendek, frekuensi nafas 30 x/mnt, nadi 62/mnt-lemah, pucat, sianosis.
Label:
Keperawatan
Selasa, 03 Mei 2011
Kolera adalah penyakit, diare akut disebabkan oleh infeksi usus dengan bakteri Vibrio cholerae. Infeksi sering ringan atau tanpa gejala, tapi kadang-kadang dapat berat. Sekitar satu dari 20 orang yang terinfeksi menderita penyakit parah yang ditandai dengan diare berair berlimpah, muntah, dan kram kaki. Dalam orang-orang ini, cepat hilangnya cairan tubuh menyebabkan dehidrasi dan shock. Tanpa pengobatan, kematian dapat terjadi dalam beberapa jam.
Informasi Umum
SD Bioline Kolera tes Ag immunochromatographic alat tes cepat untuk mendeteksi kualitatif O1/O139 Vibrio kolera di samples.It tinja manusia adalah;
Diperoleh Bahan;
Untuk melihat tes sifilis atau raja singa disini
Informasi Umum
SD Bioline Kolera tes Ag immunochromatographic alat tes cepat untuk mendeteksi kualitatif O1/O139 Vibrio kolera di samples.It tinja manusia adalah;
- Mudah digunakan, nyaman dan uji bersih
- Tidak reaktivitas silang dengan spp Vibrio lainnya
- Spesimen: spesimen tinja
- Hasil uji: 20 menit
Diperoleh Bahan;
- SD Bioline Kolera Ag uji perangkat
- Disposable penetes
- Contoh koleksi tabung
- Uji pengencer (25ml/vial)
- Sampel usap koleksi
Untuk melihat tes sifilis atau raja singa disini
Label:
Laboratorium
Langganan:
Postingan (Atom)
Selamat Datang
Terima kasih atas kunjungannya di blog kami puskesmas tumpung laung, mudah-mudahan blog ini bisa menjadi inspirasi bagi puskesmas lainnya di kota muara teweh agar bisa berkreatif dalam mengembangkan Instansinya.
Buku Tamu
Daftar Link Blog
Teman
Pengunjung
Blog Archive
-
▼
2011
(56)
-
▼
Juni
(32)
- Pelatihan Bagi Pelatih Pemberantasan Sarang Nyamuk...
- Pedoman Pelatihan Penyusun Kurikulum Berorientasi ...
- Cara menyusun Visi dan Misi
- Penyediaan BOK bagi Puskesmas dan jaringannya, Pos...
- Buku Saku Bantuan Operational Kesehatan (BOK)
- Perempuan, Emosi dan Uang
- Askep Konjugtivitis
- Askep Amputasi
- Tes penyakit Raja Singa (Syphilis TP Test Kit)
- Tes Malaria (SD BIO LINE Malaria Antigen p.f/Pan
- Askep Gout atau pirai
- Askep Decom Cordis atau Payah Jantung
- Askep Gagal Ginjal Kronik (CKD)
- Askep Sirosis Hepatis
- Askep Bibir Sumbing atau Labio palatoshcizis
- Askep Hernia Inguinalis
- Askep Osteomielitis
- Askep Hemoroid
- Askep Batu Ginjal
- Askep HNP
- Askep BPH
- Prosedur Diagnostik Dan Laboratorium Terkait Gangg...
- Askep Anemia
- KEGEL EXERCISE
- Demam Rematik Akut dan Penyakit Jantung Rematik
- Askep Epilepsi
- Diagnosa Keperawatan Gangguan Pola Tidur
- Diagnosa Keperawatan Ansietas
- Diagnosa Keperawatan Kelebihan Volume Cairan
- Diagnosa Keperawatan Kerusakan Integritas Jaringan
- Diagnosa Keperawatan Ketidakefektifan Penatalaksan...
- Diagnosa Keperawatan Intoleransi Aktivitas
-
▼
Juni
(32)
















